Sabtu, 31 Maret 2018

PRINSIP-PRINSIP DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN


PRINSIP-PRINSIP DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN


Rosch menyatakan bahwa multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video. Sementara Mc. Cormick mendefinisikan multimedia sebagai kombinasi dari tiga elemen, yaitu suara, gambar, dan teks. Robin & Linda mengartikan multimedia sebagai alat yang dapat menciptkakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, auido, dan gambar video (Suyanto,2003:5). Ade Cahyana dan Devi Munandar (2008) memberikan definisi teknologi multimedia sebagai perpaduan dari teknologi komputer baik perangkat keras maupun perangkat lunak dengan teknologi elektronik. Menurut keduanya sekarang ini perkembangan serta pemanfaatan teknologi multimedia banyak digunakan hampir di seluruh aspek kegiatan.
Dalam buku yang berjudul ”The Developers Handbook to Interaktive Multimedia”, Rob Philip (1997: 8) menjelaskan :
”The term ‘multimedia’ is a catch-all phrase to describe the new wave of computer software that primarily deals with the provisions of information. The ’multimedia’ component is characterized by the presence of text, picture, sound, animation and video; some or all wich are organized into some coherence program. The ‘interactive’ component refers to the process of empowering the user to control the environment usually by a computer.”
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa multimedia merupakan perpaduan dari beberapa elemen informasi yang dapat berupa teks, gambar, suara, animasi, dan video. Program multimedia biasanya bersifat interaktif.
Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengembangan media pembelajaran meliputi: prinsip kesiapan dan motivasi, penggunaan alat pemusat perhatian, pengulangan, partisipasi aktif peserta didik, dan umpan balik (Gafur, 2007: 20-22).
Prinsip kesiapan dan motivasi menekankan bahwa kesiapan dan motivasi peserta didik untuk menerima informasi pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. Kesiapan peserta didik mencakup kesiapan pengetahuan prasyarat, kesiapan mental, dan kesiapan fisik. Motivasi merupakan dorongan untuk melakukan atau mengikuti kegiatan belajar. Motivasi tersebut dapat berasal dari dalam diri maupun dari luar diri peserta didik  (Gafur, 2007: 20).
Penggunaan alat pemusat perhatian dalam media pembelajaran dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta didik untuk fokus terhadap materi pelajaran. Hal ini membantu konsentrasi peserta didik dalam memahami isi pelajaran sehingga penguasaan mereka menjadi lebih baik.
Informasi atau keterampilan baru jarang sekali dapat dikuasai secara maksimal hanya dengan satu kali proses belajar. Agar penguasaan terhadap informasi atau keterampilan baru tersebut dapat lebih optimal, maka perlu dilakukan bebrapa kali pengulangan. Prinsip pengulangan ini harus diperhatikan dalam mengembangkan media pembelajaran.
Proses belajar mengajar akan lebih berhasil manakala terjadi interaksi dua arah antara pengajar dan peserta didik. Partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi pelajaran. Oleh karena itu media pembelajaran yang digunakan hendaknya mampu menimbulkan keterlibatan peserta didik secara aktif (interaktif) dalam proses belajar
Umpan balik yang diberikan oleh pengajar secara tepat dapat menjadi pendorong bagi peserta didik untuk selalu meningkatkan prestasinya. Untuk itu, pengajar harus memberikan respon umpan balik secara berkala terhadap kemajuan belajar peserta didik (Gafur, 2007: 20).
Prinsip-prinsip tersebut di atas dapat diakomodasi dalam sebuah media pembelajaran berupa multimedia pembelajaran interaktif dan web pembelajaran

Prinsip-Prinsip Multimedia untuk Pembelajaran
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Mayer (2001) menunjukan bahwa anak didik kita memiliki potensi belajar yang berbeda-beda. Kini dunia pendidikan makin maju, dapatkah modalitas belajar siswa yang berbeda-beda ini dibawa dalam sebuah teknologi Multimedia? Menurut Mayer ada 12 prinsip desain multimedia pembelajaran yang dapat diterapkan di Pembelajaran. 12 Prinsip Merancang Multimedia Pembelajaran, yaitu :
1.      Prinsip Multimedia
Orang belajar lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja. Karena dinamakan multimedia berarti wajib mampu mengkombinasikan berbagai media (teks, gambar, grafik, audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi satu kesatuan yang harmonis. Sebab kalau tidak namanya bukan multimedia tapi single-media.
2.       Prinsip Kesinambungan Spasial
Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu, ketika ada gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang dilengkapi dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah.
3.      Prinsip Kesinambungan Waktu
Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya. Nah, ketika Anda ingin memunculkan suatu gambar dan atau animasi atau yang lain beserta teks, misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah atau tidak terkait satu sama lain. Begitu kata Mayer.
4.      Prinsip Koherensi
Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan. Nah, ini yang sering terjadi. Banyak sekali pengembang media mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin maksudnya untuk mempercantik tampilan, memperindah suasana atau menarik perhatian mata. Tapi, menurut Mayer, hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang perlu dan relevan dengan apa yang disajikan. Jangan macam-macam.
5.       Prinsip Modalitas Belajar
Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi plus teks pada layar. Jadi, lebih baik animasi atau video plus narasi daripada sudah ada narasi ditambah pula dengan teks yang panjang. Hal ini, sangat mengganggu.
6.      Prinsip Redudansi
 Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi, narasi plus teks pada layar (redundan). Sama dengan prinsip di atas. Jangan redudansi, kalau sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi, janganlah tumpang tindih pula dengan teks yang panjang.
7.      Prinsip Personalisasi
Orang belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational) daripada kalimat yang lebih bersifat formal. Lebih baik  menggunakan kata-kata lugas dan enak daripada bahasa teoritis,  oleh karena itu, sebaiknya gunakan bahasa yang komunikatif dan sedikit ber-style.
8.      Prinsip Interaktivitas
Orang belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching).          Sebenarnya, orang belajar itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.
9.      Prinsip Sinyal
Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi dan lain-lain untuk menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian (focus of interest). Karena itu kombinasi penggunaan media yang relevan sangat penting sebagai isyarat atau kata keterangan yag memperkenalkan sesuatu.
10.  Prinsip Perbedaan Individu 
9 prinsip sebelumnya berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks dan narasi plus visual berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya.
11.  Prinsip Praktek 
Interaksi adalah hal terbaik untuk belajar,kerja praktek dalam memecahkan masalah dapat meningkatkan cara belajar dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang sedang dipelajari.
12.  Pengandaian
Menjelaskan materi dengan audio meningkatkan belajar. Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada layar.
Kesimpulannya penggunaan multimedia (kombinasi antara teks, gambar, grafik, audio/narasi, animasi, simulasi, video) secara efektif untuk mengakomodir perbedaan modalitas belajar.


DAFTAR PUSTAKA

 Suyanto, M. 2003. Multimedia alat untuk meningkatkan keunggulan
bersaing. Jakarta : Andi Media
Abdul Gafur. 2007. Desain instruksional pendidikan. Yogyakarta :
UNY Press
Richard E. Mayer. 2001. Multimedia learning. Carnifornia :
University Of Canifornia


PERMASALAHAN:  
1.   Memahami karakteristik berbagai media pengajaran merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki guru dalam kaitannya dengan keterampilan pemilihan media pengajaran, bagaimana cara guru untuk dapat memahami karakteristik dari berbagai media pengajaran dengan baik dan benar agar media yang digunakan sesuai

2.   Bagaimana cara guru agar bisa membuat pembelajaran yang menarik minat siswa, namun tidak meninggalkan tujuan dari pembelajaran yang ada

3.   Apa alasan, seorang pendidik dalam memilih media pembelajaran harus mengikuti prinsip-prinsip yang ada, dan jika media yang dipilih tidak mengikuti prinsip yang ada, apa yang akan terjadi


15 komentar:

  1. Menanggapi masalah pertama, banyak hal yang perlu di perhatikan agar penggunaan media yang dipakai sesuai dengan kebutuhan dalam proses pembelajaran, misalnya kesesuaian media dengan materi, analisis kebutuhan siswa, kemenarikan media, mudah atau sulitnya media tersebut dibuat, penggunaan gambar, video, audio, animasi dan lain sebagainya yang sesuai, dll menjadi hal yang perlu dipertimbangkan. Banyak guru merasa bahwa banyak gambar, semakin tertarik siswa. Pada kenyataannya gambar yang tidak sesuai dengan materi hanya akan memecah konsentrasi. Hal ini akan berdampak pada kurangnya pemahaman siswa mengenai materi yang akan dipelajari.

    BalasHapus
  2. Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan kedua menurut saya agar dapat menarik siswa untuk belajar guru harus membuat media yang menyenangkan, FAktor-faktor yang perlu menjadi pertimbangan dalam pemilihan media pembelajaran yaitu :

    Objektivitas
    Program pengajaran
    Sasaran program (siswa)
    Situasi dan kondisi
    Kualitas teknik
    Keefektifan dan efisiensi penggunaan
    Adapun kriteria pemilihan media pembelajaran yang benar adalah :

    Topik menarik bagi siswa
    Materi dalam media penting bagi siswa
    Relevan dengan kurikulum yang berlaku
    Materinya autentik dan faktual
    Fakta atau konsepnya benar
    Format sistematis dan logis
    Objektif berorientasi kepada kebutuhan siswa
    Narasi, gambar, efek, warna dan sebagainya memenuhi syarat kualitas
    Bahasa, ilustrasi, simbol komunikatif
    Sudah teruji daya dukungnya

    Dengan mempertimbangkan hal hal tersebut khususnya mengenai siswa kita bisa mengetahui apa kesenangan dari siswa maka kita bisa merancang media yang tepat sesuai dengan kegemaran siswa, karena jika siswa belajar sesuai dengan kegemarannya akan lebih mudah memahami matrrinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sependapat dengan saudari munika, dan penambahan bahwa dalam menciptakan pembelajaran yang menarik, seorang guru dapat melakukan suatu strategi yaitu pemberian suatu permasalahan yang berkaitan dengan topik materi pelajaran pada hari itu, sehingga siswa akan berusaha memecahkan permasalahan yg diberikan guru. Dalam pembelajaran tidak hanya tuntut untuk menciptakan pembelajaran menarik, namun pemelajaran haruslah jg bermakna. Agar penjelasan tentang materi pelajaran dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari bukan hanya sekedar teori saja. Untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna seorang guru dapat memanfaatkan media sebagai alat bantu dalam penyampaian materi.... sehingga terciptalah pembelajaran yang menarik dan bermakna.

      Hapus
    2. baik saya akan menambahkan jawaban novi dan munika
      dimana untuk menciptakan pembeljaran yang menarik itu tergntung pda bawaan dari guru itu sendiri. terkadang kita ketahui semenari apapun medianya namun gurunya memble atau tidak bisa memahami karateristik siswa mka pembelajaran jug atidak akan menarik

      Hapus
  3. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 3 yang mana Media merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar. Karena beraneka ragamnya media tersebut, maka masing-masing media mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Untuk itu perlu memilihnya dengan cermat dan tepat agar dapat digunakan sacara tepat guna.
    Apabila pemilihan dilakukan tidak berdasarkan prinsip maka media yang dipilih tidak akan efektif karena prinsip bisa menjadi pedoman seorang guru apakah media ini cocok digunakan untuk peserta didik agar mereka tertarik dan tujuan pembelajaran dapat tercapai

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik, saya setuju dengan nurul, saya juga ingin menambahkan bahwa prinsip itu perlu karena itylah patokan yang digunakan dalam menggunakan atau menjalankan sesuatu. Dalam penggunaan media efektif atau tidaknya tergantung dengan prinsip dan dicocokkan apakah efektif bila pinsip a disandingkan dengan media b dan sebaliknya agar pembelajaran terus sesuai kaidahnya dan menarik

      Hapus
  4. saya ingin menanggapi pertanyaan nomor 2, cara agar anak terfokus kepada materi atau pembelajaran adalah dengan memberikan pertanyaan diawal pembelajaran atau percobaan yang berkaitan dengan materi atau dengan bercerita dan lain-lain.

    BalasHapus
  5. saya akan menjawab pertanyaan nomor 2.
    menurut saya cara yang dapat dilakukan guru untuk menarik perhatian siswa dalam pembelajaran yaitu guru menggunakan media sebagai alat bantu untuk mengajar. dengan media, maka siswa akan lebih memahami materi yang diajarkan, media disini bermacam-macam, kita dapat menggunakan video yang berisikan materi ataupun animasi yang berkaitan dengan pembelajaran serta powerpoint yang berisikan materi, video maupun animasi yang dapat menambah daya tarik siswa.

    BalasHapus
  6. Saya mencoba menjawab permasalahan kedua
    Menurut saya agar pembelajaran dapat menarik minat siswa, pembelajaran tersebut diberikan dengan cara yang unik namun tetap pada tujuan yang ingin dicapai.
    Contohnya pada materi penurunan titik beku, pengajar dapat melaksanakan pembelajaran dengan praktikum, yaitu membuat es dengan merendam toples didalam air dingin yang ditambahkan garam.

    BalasHapus
  7. disini saya ingin menjawab pertanyaan nomor 2 yaitu untuk menarik peserta didik seorang guru dapat mengajar dengan menggunakan model pembelajaran tanya jawab, diskusi, game dan lain sebagainya. Selain itu juga bisa dengan menggunakan multimedia

    BalasHapus
    Balasan
    1. multimedia yang digunakan harus berdasarkan karekteristik siswa, jika ia lebih suka mendengar maka media yang digunakan dominan ke audionya

      Hapus
    2. pembelajaran akan menjadi menarik apabila guru dapat menerapkan media atau multimedia yang cocok pada materi ajar, hal ini berkaitan erat dengan kreatifitas dan pemahaman guru terhadap materi ajar.
      contohnya: guru dapan mengunakan media sederhana untuk menyampaikan materi atau mengunakan multimedia untuk menyampaikan materi ajar

      Hapus
    3. Menanggapi saudari shabrina, tentu dalam satu kelas terdiri lebih dari satu siswa, bagaimana tanggapan saudari bila siswa lain dalam kelas tersebut banyak juga yang tidak suka belajar melalui pendengaran?

      Hapus
  8. baiklah disini saya akan memberikan pendapat saya mengenai Bagaimana cara guru agar bisa membuat pembelajaran yang menarik minat siswa, namun tidak meninggalkan tujuan dari pembelajaran yang ada
    menurut saya yang anda lakukan adalah membuat pembelajaran itu berkesan, membuat pembelajaran bisa berkesan dapat melalui berbagai cara seperti membuat media yang menarik, membuat materi pembelajaran yang disajikan tidak monoton, membuat suasana kelas tidak menegangkan, dan mengorganisasikan kelas sedemikian rupa sehingga pembelajaran dapat terkontrol

    BalasHapus
  9. Baiklah disini saya akan menjawab permasalahan no 2
    Berikut ada lima langkah yang bapak/ibu guru lakukan untuk menarik minat siswa dan membuat siswa senang belajar di kelas.
    1. Lingkungan yang menginspirasi
    Lingkungan berpengaruh besar terhadap perilaku individu, termasuk juga dengan lingkungan kelas. Oleh karena itu, lingkungan kelas harus memiliki pengaruh positif terhadap siswa. Agar semangat belajar siswa tumbuh, maka lingkungan kelas sebaiknya bisa menginspirasi siswa untuk belajar.
    2. Proses belajar yang efektif dan menyenangkan
    Suasana hati siswa juga dipengaruhi dengan suasana belajar di kelas. Dengan demikian, jika proses berjalan dengan menyenangkan, maka motivasi belajar siswa otomatis meningkat. Kelas jadi lebih interaktif karena keaktifan siswa. Untuk menciptakan proses yang menyenagkan, teknik penilaian pun harus disiapkan secara variatif. Ajukan pertanyaan pada siswa sesuai pada apa yang hendak diukur.
    Agar kreativitas dan orisinalitas bangkit, maka perlu dibuat pertanyaan terbuka. Pertanyaan ini sifatnya membuat siswa merasa tertantang untuk mencapai sesuatu yang lebih, namun tetap dalam jangkauan. Jika pertanyaan itu-itu saja, terlalu mudah, maka semangat siswa untuk memberikan usaha lebih tidak akan bangkit. Pun sebaliknya, apabila terlalu sulit maka bisa mematikan usaha siswa. Untuk itu, Anda harus menjadi guru yang kreatif.
    3. Suasa kompetisi kelas yang menantang
    Pada umumnya, setiap individu akan merasa bangga jika memiliki sesuatu yang lebih dibanding orang lain. Sebut saja lebih pandai, lebih berhasil, lebih baik, dan masih banyak lagi. Begitu juga sebaliknya, orang akan merasa sedih jika dirinya berada di bawah orang lain. Misalnya, lebih bodoh, paling malas, selalu gagal, dan lainnya. Nah, dari sinilah setiap orang punya naluri untuk berkompetisi.
    Sebagai guru, Anda perlu menyiapkan strategi agar kompetisi yang terjadi di kelas berjalan dengan baik. Aturlah agar kompetisi tetap bisa diikuti oleh seluruh siswa dan menghasilkan juara bergilir setiap waktu. Jadi tidak melulu siswa yang itu-itu saja yang menang. Biarkan setiap siswa memiliki kesempatan menjadi juara di bidangnya masing-masing.
    4. Sumber belajar
    Acapkali siswa enggan belajar karena kurang memadainya sumber pembelajaran. Sumber belajar yang memadai haruslah mendukung kurikulum, berkaitan dengan pengembangan diri, serta pengembangan karir. Buku cetak yang terpercaya, audio, video, media ajar yang menarik sehingga siswa tidak jenuh dengan penyampaian materi yang monoton. Semakin beragam dan lengkap sumber yang tersedia di kelas, akan makin besar kecenderungan siswa suka belajar.
    5. Bantuan belajar yang siap siaga
    Ketika siswa mengalami kesulitan belajar, mereka butuh bantuan dari yang lebih paham. Jika bantuan yang dibutuhkan tidak ada, maka akan timbul kecenderungan siswa malas melanjutkan belajar. Bantuan belajar di sini bisa berasal dari guru kelas, atau guru lain yang ditugaskan membantu siswa. Jadi, dengan disediakannya bantuan belajar bagi siswa di kelas, maka mereka akan lebih suka belajar.

    BalasHapus

Revolusi Industri 4.0 Era revolusi industri 4.0 juga mengubah cara pandang tentang pendidikan. Perubahan yang dilakukan tidak hanya se...