Minggu, 22 April 2018

Pembelajaran e-learning pada pembelajaran kimia

Pengertian E-Learning
E-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Berikut beberapa pengertian E-learning dari berbagai sumber:

  1. Pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran (Michael, 2013:27). 
  2. Proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi (Chandrawati, 2010).
  3. Sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan siswa (Ardiansyah, 2013).

Karakteristik E-learning

Menurut Rosenberg (2001) karakteristik E-learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan informasi.Karakteristik E-learning menurut Nursalam (2008:135) adalah:

  1. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik.
  2. Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan komputer networks)
  3. Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh doesen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
  4. Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.

Manfaat E-learning

Manfaat E-learning adalah:
  1. Fleksibel. E-learning memberi fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses perjalanan.
  2. Belajar Mandiri. E-learning memberi kesempatan bagi pembelajar secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajar.
  3. Efisiensi Biaya. E-learning memberi efisiensi biaya bagi administrasi penyelenggara, efisiensi penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar dan efisiensi biaya bagi pembelajar adalah biaya transportasi dan akomodasi.

Manfaat E-learning menurut Pranoto, dkk (2009:309) adalah:


  1. Penggunaan E-learning untuk menunjang pelaksanaan  proses belajar dapat meningkatkan daya serap mahasiswa atas materi yang diajarkan.
  2. Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
  3. Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
  4. Meningkatkan kemampuan belajar mandiri mahasiswa.
  5. Meningkatkan kualitas materi pendidik dan pelatihan.
  6. Meningkatkan kemampuan menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi, dimana dengan perangkat biasa sulit dilakukan.

Kelebihan E-learning
Kelebihan E-learning  ialah memberikan fleksibilitas, interaktivitas, kecepatan, visualisasi melalui berbagai kelebihan dari masing-masing media (Sujana, 2005 : 253 ). Menurut L. Tjokro (2009:187), E-learning memiliki banyak kelebihan yaitu :

  1. Lebih mudah diserap, artinya menggunakan fasilitas multimedia berupa gambar, teks, animasi, suara, video. 
  2. Jauh lebih efektif dalam biaya, artinya tidak perlu instruktur, tidak perlu minimum audiensi, bisa dimana saja, bisa kapan saja, murah untuk diperbanyak.
  3. Jauh lebih ringkas, artinya tidak banyak formalitas kelas, langsung pada pokok bahasan, mata pelajaran sesuai kebutuhan.
  4. Tersedia 24 jam/hari – 7 hari/minggu, artinya penguaasaan materi tergantung pada semangat dan daya serap siswa, bisa dimonitor, bisa diuji dengan e-test.

Kekurangan E-learning
Kekurangan E-learning menurut L. Gavrilova (2006:354) adalah pembelajaran dengan model E-learning membutuhkan peralatan tambahan yang lebih (seperti komputer, monitor, keyboard, dsb). Kekurangan E-learning yang diuraikan oleh Nursalam (2008:140) sebagai berikut :

  1. Kurangnya interaksi antara pengajar dan pelajar atau bahkan antar pelajar itu sendiri.
  2. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya membuat tumbuhnya aspek bisnis/komersial.
  3. Proses belajar mengajar cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan. 
  4. Berubahnya peran pengajar dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (information, communication, dan technology).
  5. Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet ( mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon, ataupun komputer).
  6. Kurangnya sumber daya manusia yang menguasai internet.
  7. Kurangnya penguasaan bahasa komputer.
  8. Akses pada komputer yang memadai dapat menjadi masalah tersendiri bagi peserta didik. 
  9. Peserta didik bisa frustasi jika mereka tidak bisa mengakses grafik, gambar, dan video karena peralatan yang tidak memadai.
  10. Tersedianya infrastruktur yang bisa dipenuhi.
  11. Informasi dapat bervariasi dalam kualitas dan akurasi sehingga penduan dan fitur pertanyaan diperlukan.
  12. Peserta didik dapat merasa terisolasi.

 permasalahan:
1. Berdasarkan penjelasan mengenai e-learning tersebut, bagaimana cara pendidik menerapkan pembelajaran e-learning pada pembelajaran kimia..
2. setiap media yang digunakan tentu ada kelebihan dan kekurangan, begitupun dengan e-learning. selain masalah jaringan internet, kendala apa saja yang membuat e-learning tidak dapat dijalankan atau diterapkan..

12 komentar:

  1. Baiklah disini saya akan mencoba menanggapi permasalahan nomor 2 tentang kendala apa saja yang membuat e-learning tidak dapat dijalankan atau diterapkan?

    Dalam kenyataannya tidak semua sekolah memiliki perangkat untuk menjalankan E learning begitu pula pada Perguruan Tinggi tidak semua perangkatnya layak untuk digunakan untuk proses pembelajaran E learning. Kendala utamanya adalah ketika seorang pendidik menyampaikan pembelajaran melalui E learning maka peserta didik harus menggunakan komputer dan jaringan internet untuk menerimannya namun tidak semua peserta didik memiliki perangkat tesebut di rumahnya. Peserta didik yang tidak memiliki mendapat kendala dan harus pergi ke warnet (contohnya) untuk menggunakan E learning tersebut dan itu menambah biaya pembelajaran.
    Kendala dari peserta didik yang belum dapat mengoperasikan komputer begitu juga halnya pendidik. Kita tidak bisa pungkiri pada daerah daerah tertentu E learning tidak dapat diterpkan karena tidak semua daerah memiliki pembelajaran tentang E learning. Penggunaan E learning tidak dapat terapkan karena memang peserta didik yang belum mengetahui dan menguasai bagaimana mengoperasikan E learning tersebut. Sebagian pendidik juga ada yang tidak dapat menggunakan E learning karena memang mereka tidak mendapatkan pembelajaran tersebut saat menjalani studi. Seorang guru olah raga misalnya pada saat studi mereka tidak diajarkan bagaimana menggunakan E learning secara spesifik sehingga apabila diterapkam dalam pembelajaran olah raga, guru tersebut bingun dan pembelajaran tidak dapat efektif karena tidak memiliki keahlian tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baiklah disini saya ingin menambahkan dari saudari Nurul, kekurangan atau kendala dari pembelajaran e-learning ini sendri yaitu
      1. Merasa kesepian, peserta didik dapat merasa kesepian karena tidak adanya interaksi fisik dengan pendidik dan teman-temannya, terutama untuk model fully online e-learning format.
      2. Keterampilan menggunakan peralatan ICT, peserta pendidik yang tidak terampil menggunakan peralatan ICT, akan kesulitan dalam mengikuti pembelajaran sehingga dapat mempengaruhi hasil akhir pembelajaran.
      3. Peserta didik yang tidak disiplin dan kurang memilikii motivasi untuk belajar akan sulit mengikuti tahap-tahap proses pembelajaran.
      4. Ada beberapa konsep-konsep pembelajaran yang sulit untuk dimodelkan atau dipelajari tanpa bimbingan pendidik.

      Hapus
    2. terimakasih tambahannya.
      dalam permasalahan yang ingin saya ketahui yaitu kendala yang menyebabkan "e learning tidak bisa diterapkan dalam proses pembelajaran". bisakah anda menambahkan kendala apa saja yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi.selain kendala jaringan internet.

      Hapus
    3. Saya coba menjawab pertanyaan dari saudara robi, selain kendala jaringan internet, kendala lain adalah sdm nya sendiri. Dimana kebanyakan dsri mereka belum mengerti tentang komputer dan keterbatasan saran dan prasarana yang menunjang e-learning itu sendiri

      Hapus
  2. Baik saya akan menanggapi permasalahan no 1
    Pembelajaran tatap muka tetaplah penting karena di dalam kelas terjadi proses interaksi antara guru dan siswa, yang mana guru diharapkan menjadi teladan bagi siswa. Hemat penulis, penerapan e-learning di Indonesia lebih tepat difungsikan sebagai komplemen dari pembelajaran konvensional. Fungsi komplemen adalah pembelajaran elektronik menyempurnakan atau melengkapi materi pelajaran di dalam kelas. E-learning bisa menjadi jam tambahan belajar bagi siswa dengan memberikan pengayaan ataupun remedial. Hal ini mendorong siswa untuk mandiri dalam mencari materi belajar. E-learning hanya satu dari sekian banyak teknologi yang bisa digunakan dalam proses belajar mengajar. Kehadiran e-learning seyogyanya tidak menghilangkan fungsi guru akan tetapi menjadi alat bantu guru untuk mendorong siswa neningkatkan pengetahuan dan pemahaman materi belajar.Seperti yang kita tahu pendidikan di Indonesia sangat menekankan pada tiga aspek, yakni afektif, kognitif dan psikomotor. Khusus aspek afektif akhir-akhir ini mendapat perhatian lebih karena begitu merosotnya moral anak bangsa. Hal ini sudah disadari betul oleh Pemerintah dengan diterapkannya Kurikulum 2013 pada Juli lalu, yang sangat konsen pada pembentukan karakter siswa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimaksih tanggapannya,
      menurut anda apakah guru bisa menerapkan e learning dalam pembelajaran kimia

      Hapus
  3. saya ingin mencoba menanggapi permasalahan kedua saudar mengenai “ setiap media yang digunakan tentu ada kelebihan dan kekurangan, begitupun dengan e-learning. selain masalah jaringan internet, kendala apa saja yang membuat e-learning tidak dapat dijalankan atau diterapkan” menurut saya selain kedala signal masalah yang harus dihadapi adalah kurangnya sarana dan prasarana dan juga kurangnya kemampuan guru atau siswa dalam menggunakan media elektronik seperti computer.

    BalasHapus
  4. saya akan menanggapi permasalahan dari anda dimana bagaimana cara pendidik menerapkan pembelajaran e-learning pada pembelajaran kimia.
    menurut saya anda dapat menggunakan dalam pembelajaran kimia saat anda melakukan diskusi, dimana jika pembelajaran kimia dilakukan diskusi dalam pertemuan kelas seperti biasanya akan memakan waktu yang banyak sehingga tidak efektif, sehingga itu dapat digunakan E-learning di waktu lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. cara pendidik menerapkan e-learning pada materi kimia adalah jika materinya hanya bukan ttg stoikiometri guru bisa melakukan diskusi, namun jika stoikiometri guru bisa menerangkan dengan cara guru itu menulis dan memvideokannnya

      Hapus
  5. Baiklah disini saya akan menjawab permasalahan no 2
    Kendala yang sering muncul dalam penerapan pembelajaran E-Learning antara lain:
    1) belum semua guru mau menerima keberadaan E-Learning,
    2) belum semua guru mampu menguasai dan menggunakan E-Learning,
    3) harga media ITC masih mahal,
    4) beberapa media seperti LCD, wireless jumlahnya masih terbatas sehingga penggunaannya harus diatur.
    Beberapa kendala di atas sering menjadi penyebab pembelajaran E-Learning di sekolah kurang optimal. Maka dari itu, perlu adanya penyusunan program untuk mengoptimalkan penggunaan media E-Learning.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya Sependapat dengan saudari febri kendala lain juga bisa berupa waktu yang mungkin Tak terkontrol serta jika e-learning yang besifat chat bisa saja murid digantikan orang lain karena malas.

      Hapus
  6. Persoalan pertama, cara penerapannya yaitu dengan menjelaskan bahwa akan di laksanakan pembelajran secara e-learning yang mana siswa di tuntut untuk ikut berpartisipasi, guru akan memberikan materi terkait pembelajaran kimia. Diadakan sesi tanya jawab dan perlunya penerapan sistem point dalam sesi tanya jawab ini

    BalasHapus

Revolusi Industri 4.0 Era revolusi industri 4.0 juga mengubah cara pandang tentang pendidikan. Perubahan yang dilakukan tidak hanya se...