Revolusi Industri 4.0
Era revolusi industri 4.0 juga mengubah cara pandang tentang
pendidikan. Perubahan yang dilakukan tidak hanya sekadar cara mengajar, tetapi
jauh yang lebih esensial, yakni perubahan cara pandang terhadap konsep
pendidikan itu sendiri. Pendidikan setidaknya harus mampu menyiapkan anak
didiknya menghadapi tiga hal:
a) menyiapkan anak untuk bisa bekerja yang
pekerjaannya saat ini belum ada;
b) menyiapkan anak untuk bisa menyelesaikan masalah yang
masalahnya saat ini belum muncul, dan
b) menyiapkan anak untuk bisa menggunakan teknologi yang sekarang
teknologinya belum ditemukan. Sungguh sebuah pekerjaan rumah yang tidak mudah
bagi dunia pendidikan.
Menghadapi Era Revolusi Industri
Untuk bisa menghadapi semua tantangan tersebut, syarat penting
yang harus dipenuhi adalah bagaimana menyiapkan kualifikasi dan kompetensi guru
yang berkualitas. Pasalnya, di era revolusi industri 4.0 profesi guru makin
kompetitif. Setidaknya terdapat lima kualifikasi dan kompetensi guru yang
dibutuhkan di era 4.0. Kelimanya meliputi:
(1) Educational competence, kompetensi mendidik/pembelajaran
berbasis internet of thing sebagai basic skill di era ini;
(2) Competence for technological commercialization, punya
kompetensi membawa siswa memiliki sikap entrepreneurship (kewirausahaan) dengan
teknologi atas hasil karya inovasi siswa;
(3) Competence in globalization, dunia tanpa sekat, tidak gagap
terhadap berbagai budaya, kompetensi hybrid, yaitu global competence dan
keunggulan memecahkan problem nasional;
(4) Competence in future strategies, dunia mudah berubah dan
berjalan cepat, sehingga punya kompetensi memprediksi dengan tepat apa yang
akan terjadi di masa depan dan strateginya, dengan cara joint-lecture,
joint-research, joint-resources, staff mobility dan rotasi, paham arah SDG’s,
dan lain sebagainya.
(5) Cconselor competence, mengingat ke depan masalah anak bukan
pada kesulitan memahami materi ajar, tapi lebih terkait masalah psikologis,
stres akibat tekanan keadaan yang makin komplek dan berat.
Tak terkecuali dalam pembelajaran, perubahan bisa dengan melakukan
reorientasi kurikulum untuk membangun kompetensi era revolusi industri 4.0 dan
menyiapkan pembelajaran berbasis daring dalam bentuk hybrid atau blended
learning. Saat ini yang namanya revolusi industri ke 4 dimulai
dengan revolusi internet yang dimulai pada tahun 90-an, nah tahun 90-an belum tahu
kalau internet efeknya akan seperti hari ini. Hari ini seluruh negara di dunia
baru melihat apa efek dari Internet of things, Menghadapi era revolusi industri
4.0, peran pendidikan tinggi menjadi sangat penting, terutama dalam
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karenanya, pendidikan tinggi
yang berbasis riset harus mendorong semakin terbukanya pengetahuan yang mampu
meningkatkan kesejahteraan manusia.
Pengaruh di bidang pendidikan
Tidak dapat kita pungkiri, dengan semakin canggihnya teknologi
yang sedang berkembang mau tidak mau membawa perubahan yang cukup signifikan di
berbagai lintas sektor kehidupan. Salah satu bahasan yang cukup menarik yakni
terkait hubungan revolusi industri 4.0 dengan sistem pendidikan di Indonesia,
sesuai arahan MENRISTEKDIKTI terkait dampak industri 4.0 yakni dengan adanya
‘digitalisasi sistem’, mau tidak mau menuntut baik para dosen maupun mahasiswa
untuk mampu dengan cepat beradaptasi dengan perubahan yang ada. Sistem
pembelajaran yang semula berbasis pada tatap muka secara langsung di kelas,
bukan tidak mungkin akan dapat digantikan dengan sistem pembelajaran yang
terintegrasikan melalui jaringan internet (online learning). Adanya perubahan
tersebut juga memiliki analisis risk-benefit, di mana keuntungan yang bisa
didapatkan antara lain mahasiswa tetap bisa belajar dan tetap bisa mengakses
materi pembelajaran tanpa harus hadir di kelas, hal ini pun menjadi keuntungan
tersendiri bagi siswa yang mengalami kendala dalam hal jarak dan finansial.
Menristekdikti menjelaskan ada lima elemen penting yang harus
menjadi perhatian dan akan dilaksanakan oleh Kemenristekdikti untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa di era Revolusi Industri 4.0, yaitu:
1. Persiapan sistem pembelajaran yang lebih inovatif di perguruan
tinggi seperti penyesuaian kurikulum pembelajaran, dan meningkatkan kemampuan
mahasiswa dalam hal data Information Technology (IT), Operational Technology
(OT), Internet of Things (IoT), dan Big Data Analitic, mengintegrasikan objek
fisik, digital dan manusia untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang
kompetitif dan terampil terutama dalam aspek data literacy, technological
literacy and human literacy.
2. Rekonstruksi kebijakan kelembagaan pendidikan tinggi yang
adaptif dan responsif terhadap revolusi industri 4.0 dalam mengembangkan
transdisiplin ilmu dan program studi yang dibutuhkan. Selain itu, mulai
diupayakannya program Cyber University, seperti sistem perkuliahan distance
learning, sehingga mengurangi intensitas pertemuan dosen dan mahasiswa. Cyber
University ini nantinya diharapkan menjadi solusi bagi anak bangsa di pelosok
daerah untuk menjangkau pendidikan tinggi yang berkualitas.
3. Persiapan sumber daya manusia khususnya dosen dan peneliti
serta perekayasa yang responsive, adaptif dan handal untuk menghadapi revolusi
industri 4.0. Selain itu, peremajaan sarana prasarana dan pembangunan
infrastruktur pendidikan, riset, dan inovasi juga perlu dilakukan untuk
menopang kualitas pendidikan, riset, dan inovasi.
4. Terobosan dalam riset dan pengembangan yang mendukung Revolusi
Industri 4.0 dan ekosistem riset dan pengembangan untuk meningkatkan kualitas
dan kuantitas riset dan pengembangan di Perguruan Tinggi, Lembaga Litbang,
LPNK, Industri, dan Masyarakat.
5. Terobosan inovasi dan perkuatan sistem inovasi untuk
meningkatkan produktivitas industri dan meningkatkan perusahaan pemula berbasis
teknologi.
Permasalahan:
1. apa pengaruhnya bagi pendidikan diindonesia?
2. Apa yang harus dilakukan oleh siswa/mahasiswa dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dalam pendidikan?
3. Upaya apa yang telah dilakukan agar negara indonesia dapat bersaing dengan negara lain dalam revolusi indusrri 4.0 ?


Baiklah disini saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 1 yaitu sikap kita sebagai mahasiswa yaitu dengan menyesuaikan kemampuan kita bahkan meningkatkan kemampuan kita dalam mengoperasikan teknologi-teknologi canggih sperti yang tertera di atas dan sebagai mahasiswa kita harus bersikap kritis agar tidak mudah dibodoh-bodohkan oleh zaman
BalasHapuspengaruhnya dalam pendidikan, di indonesia sudah banyak ditemukan platform pendidikan seperti ruang guru, dll
Hapussebagai mahasiswa kita harus mampu menyaingi negara luar dalam revolusi industri 4.0
Hapuskarena dengan adanya revolusi industi 4.0 ini mahasiswa akan sangat di bantu karena dengan mudahnya akan mendapatkan informasi, dan pengetahuan dari luar.
saya akan menanggapi permasalahan saudara dimana apa pengaruhnya bagi pendidikan diindonesia?
BalasHapusmenurut saya pengaruhnya adanya kebijakan-kebijakan dari pemerintah seperti adanya Pemerintah melalui kebijakan lintas kementerian dan lembaga mengeluarkan berbagai kebijakan. Salah satu kebijakan pemerintah adalah revitalisasi pendidikan kejuruan Indonesia
Revitalisasi sistem pembelajaran meliputi,
1) kurikulum dan pendidikan karakter,
2) bahan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi,
3) kewirausahaan,
4) penyelarasan, dan
5) evaluasi
saya ingin menanggapi permaslaahan ketiga dimana upaya apa yang telah dilakukan agar negara indonesia dapat bersaing dengan negara lain dalam revolusi indusrri 4.0 ? diantaranya kebijakan mengubah kurikulum pembelajaran, digunakannya pembelajaran yang berbasis teknologi, informasi dan komunikasi, diberikan peluang untuk melakukan riset yang berguna untuk kemajuan bangsa
BalasHapusSedikit menambahkan. Pemerintah melalui
Hapuskebijakan lintas kementerian dan lembaga mengeluarkan berbagai
kebijakan. Salah satu kebijakan pemerintah adalah revitalisasi
pendidikan kejuruan Indonesia. Dukungan dari pemerintah harus
mencakup, 1) sistem pembelajaran, 2) satuan pendidikan, 3) peserta
didik, dan 4) pendidik dan tenaga kependidikan juga dibutuhkan.
Revitalisasi sistem pembelajaran meliputi, 1) kurikulum dan
pendidikan karakter, 2) bahan pembelajaran berbasis teknologi
informasi dan komunikasi, 3) kewirausahaan, 4) penyelarasan, dan
5) evaluasi. Satuan pendidikan meliputi, 1) unit sekolah baru dan ruang
kelas baru, 2) ruang belajar lainnya, 3) rehabilitasi ruang kelas, 4) asrama
siswa dan guru, 5) peralatan, dan 6) manajemen dan kultur sekolah.
Elemen peserta didik meliputi, 1) pemberian beasiswa dan
2) pengembangan bakat minat. Elemen pendidik dan tenaga
kependidikan meliputi, 1) penyediaan, 2) distribusi, 3) kualifikasi,
4) sertifikasi, 5) pelatihan, 6) karir dan kesejahteraan, dan
7) penghargaan dan perlindungan.
Penguatan empat elemen yang ada dalam sistem pendidikan
membutuhkan gerakan kebaruan untuk merespon era industri 4.0. Salah
satu gerakan yang dicanangkan oleh pemerintah adalah gerakan literasi
Menanggapi permasalahan kedua, sebagai siswa/mahasiswa harus mampu bersaing dengan siswa/mahasiswa dari luar negeri ataupun dengan mesin yang semakin canggih. Caranya dengan belajar dengan giat, meningkatkan dan mengembangkan softskill dan hardskill.
BalasHapusPertanyaan ke 3 upaya apa? Indonesia telah mulai berbenah menata pendisikan dan mulai meningkatkan SDM yang mmereka miliki. Disini indonesia gencar untuk meningkatkan mutu daya saing SDMnya untuk dapat bersaing
BalasHapusSaya akan menjawab permasalahan Anda yang kedua, hal yang harus dipersiapkan antara lain ITU mental yang kuat agar mampu besaing, memiliki karakter sendiri, mempersiapkan dirri dalam pengetahuan serta keterampilan yang sesuai dengan ini
BalasHapus