Senin, 07 Mei 2018


Revolusi Industri 4.0

Era revolusi industri 4.0 juga mengubah cara pandang tentang pendidikan. Perubahan yang dilakukan tidak hanya sekadar cara mengajar, tetapi jauh yang lebih esensial, yakni perubahan cara pandang terhadap konsep pendidikan itu sendiri. Pendidikan setidaknya harus mampu menyiapkan anak didiknya menghadapi tiga hal:
a) menyiapkan anak untuk bisa bekerja yang pekerjaannya saat ini belum ada;
b) menyiapkan anak untuk bisa menyelesaikan masalah yang masalahnya saat ini belum muncul, dan
b) menyiapkan anak untuk bisa menggunakan teknologi yang sekarang teknologinya belum ditemukan. Sungguh sebuah pekerjaan rumah yang tidak mudah bagi dunia pendidikan.



Menghadapi Era Revolusi Industri
Untuk bisa menghadapi semua tantangan tersebut, syarat penting yang harus dipenuhi adalah bagaimana menyiapkan kualifikasi dan kompetensi guru yang berkualitas. Pasalnya, di era revolusi industri 4.0 profesi guru makin kompetitif. Setidaknya terdapat lima kualifikasi dan kompetensi guru yang dibutuhkan di era 4.0. Kelimanya meliputi:
(1) Educational competence, kompetensi mendidik/pembelajaran berbasis internet of thing sebagai basic skill di era ini;
(2) Competence for technological commercialization, punya kompetensi membawa siswa memiliki sikap entrepreneurship (kewirausahaan) dengan teknologi atas hasil karya inovasi siswa;
(3) Competence in globalization, dunia tanpa sekat, tidak gagap terhadap berbagai budaya, kompetensi hybrid, yaitu global competence dan keunggulan memecahkan problem nasional;
(4) Competence in future strategies, dunia mudah berubah dan berjalan cepat, sehingga punya kompetensi memprediksi dengan tepat apa yang akan terjadi di masa depan dan strateginya, dengan cara joint-lecture, joint-research, joint-resources, staff mobility dan rotasi, paham arah SDG’s, dan lain sebagainya.
(5) Cconselor competence, mengingat ke depan masalah anak bukan pada kesulitan memahami materi ajar, tapi lebih terkait masalah psikologis, stres akibat tekanan keadaan yang makin komplek dan berat.
Tak terkecuali dalam pembelajaran, perubahan bisa dengan melakukan reorientasi kurikulum untuk membangun kompetensi era revolusi industri 4.0 dan menyiapkan pembelajaran berbasis daring dalam bentuk hybrid atau blended learning.  Saat ini yang namanya revolusi industri ke 4 dimulai dengan revolusi internet yang dimulai pada tahun 90-an, nah tahun 90-an belum tahu kalau internet efeknya akan seperti hari ini. Hari ini seluruh negara di dunia baru melihat apa efek dari Internet of things, Menghadapi era revolusi industri 4.0, peran pendidikan tinggi menjadi sangat penting, terutama dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karenanya, pendidikan tinggi yang berbasis riset harus mendorong semakin terbukanya pengetahuan yang mampu meningkatkan kesejahteraan manusia.

Pengaruh di bidang pendidikan

Tidak dapat kita pungkiri, dengan semakin canggihnya teknologi yang sedang berkembang mau tidak mau membawa perubahan yang cukup signifikan di berbagai lintas sektor kehidupan. Salah satu bahasan yang cukup menarik yakni terkait hubungan revolusi industri 4.0 dengan sistem pendidikan di Indonesia, sesuai arahan MENRISTEKDIKTI terkait dampak industri 4.0 yakni dengan adanya ‘digitalisasi sistem’, mau tidak mau menuntut baik para dosen maupun mahasiswa untuk mampu dengan cepat beradaptasi dengan perubahan yang ada. Sistem pembelajaran yang semula berbasis pada tatap muka secara langsung di kelas, bukan tidak mungkin akan dapat digantikan dengan sistem pembelajaran yang terintegrasikan melalui jaringan internet (online learning). Adanya perubahan tersebut juga memiliki analisis risk-benefit, di mana keuntungan yang bisa didapatkan antara lain mahasiswa tetap bisa belajar dan tetap bisa mengakses materi pembelajaran tanpa harus hadir di kelas, hal ini pun menjadi keuntungan tersendiri bagi siswa yang mengalami kendala dalam hal jarak dan finansial.
Menristekdikti menjelaskan ada lima elemen penting yang harus menjadi perhatian dan akan dilaksanakan oleh Kemenristekdikti untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa di era Revolusi Industri 4.0, yaitu:
1. Persiapan sistem pembelajaran yang lebih inovatif di perguruan tinggi seperti penyesuaian kurikulum pembelajaran, dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal data Information Technology (IT), Operational Technology (OT), Internet of Things (IoT), dan Big Data Analitic, mengintegrasikan objek fisik, digital dan manusia untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang kompetitif dan terampil terutama dalam aspek data literacy, technological literacy and human literacy.
2. Rekonstruksi kebijakan kelembagaan pendidikan tinggi yang adaptif dan responsif terhadap revolusi industri 4.0 dalam mengembangkan transdisiplin ilmu dan program studi yang dibutuhkan. Selain itu, mulai diupayakannya program Cyber University, seperti sistem perkuliahan distance learning, sehingga mengurangi intensitas pertemuan dosen dan mahasiswa. Cyber University ini nantinya diharapkan menjadi solusi bagi anak bangsa di pelosok daerah untuk menjangkau pendidikan tinggi yang berkualitas.
3. Persiapan sumber daya manusia khususnya dosen dan peneliti serta perekayasa yang responsive, adaptif dan handal untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Selain itu, peremajaan sarana prasarana dan pembangunan infrastruktur pendidikan, riset, dan inovasi juga perlu dilakukan untuk menopang kualitas pendidikan, riset, dan inovasi.
4. Terobosan dalam riset dan pengembangan yang mendukung Revolusi Industri 4.0 dan ekosistem riset dan pengembangan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas riset dan pengembangan di Perguruan Tinggi, Lembaga Litbang, LPNK, Industri, dan Masyarakat.
5. Terobosan inovasi dan perkuatan sistem inovasi untuk meningkatkan produktivitas industri dan meningkatkan perusahaan pemula berbasis teknologi.



Permasalahan:
1. apa pengaruhnya bagi pendidikan diindonesia?
2. Apa yang harus dilakukan oleh siswa/mahasiswa dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dalam pendidikan?
3. Upaya apa yang telah dilakukan agar negara indonesia dapat bersaing dengan negara lain dalam revolusi indusrri 4.0 ?

9 komentar:

  1. Baiklah disini saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 1 yaitu sikap kita sebagai mahasiswa yaitu dengan menyesuaikan kemampuan kita bahkan meningkatkan kemampuan kita dalam mengoperasikan teknologi-teknologi canggih sperti yang tertera di atas dan sebagai mahasiswa kita harus bersikap kritis agar tidak mudah dibodoh-bodohkan oleh zaman

    BalasHapus
    Balasan
    1. pengaruhnya dalam pendidikan, di indonesia sudah banyak ditemukan platform pendidikan seperti ruang guru, dll

      Hapus
    2. sebagai mahasiswa kita harus mampu menyaingi negara luar dalam revolusi industri 4.0
      karena dengan adanya revolusi industi 4.0 ini mahasiswa akan sangat di bantu karena dengan mudahnya akan mendapatkan informasi, dan pengetahuan dari luar.

      Hapus
  2. saya akan menanggapi permasalahan saudara dimana apa pengaruhnya bagi pendidikan diindonesia?
    menurut saya pengaruhnya adanya kebijakan-kebijakan dari pemerintah seperti adanya Pemerintah melalui kebijakan lintas kementerian dan lembaga mengeluarkan berbagai kebijakan. Salah satu kebijakan pemerintah adalah revitalisasi pendidikan kejuruan Indonesia
    Revitalisasi sistem pembelajaran meliputi,
    1) kurikulum dan pendidikan karakter,
    2) bahan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi,
    3) kewirausahaan,
    4) penyelarasan, dan
    5) evaluasi

    BalasHapus
  3. saya ingin menanggapi permaslaahan ketiga dimana upaya apa yang telah dilakukan agar negara indonesia dapat bersaing dengan negara lain dalam revolusi indusrri 4.0 ? diantaranya kebijakan mengubah kurikulum pembelajaran, digunakannya pembelajaran yang berbasis teknologi, informasi dan komunikasi, diberikan peluang untuk melakukan riset yang berguna untuk kemajuan bangsa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedikit menambahkan. Pemerintah melalui
      kebijakan lintas kementerian dan lembaga mengeluarkan berbagai
      kebijakan. Salah satu kebijakan pemerintah adalah revitalisasi
      pendidikan kejuruan Indonesia. Dukungan dari pemerintah harus
      mencakup, 1) sistem pembelajaran, 2) satuan pendidikan, 3) peserta
      didik, dan 4) pendidik dan tenaga kependidikan juga dibutuhkan.
      Revitalisasi sistem pembelajaran meliputi, 1) kurikulum dan
      pendidikan karakter, 2) bahan pembelajaran berbasis teknologi
      informasi dan komunikasi, 3) kewirausahaan, 4) penyelarasan, dan
      5) evaluasi. Satuan pendidikan meliputi, 1) unit sekolah baru dan ruang
      kelas baru, 2) ruang belajar lainnya, 3) rehabilitasi ruang kelas, 4) asrama
      siswa dan guru, 5) peralatan, dan 6) manajemen dan kultur sekolah.
      Elemen peserta didik meliputi, 1) pemberian beasiswa dan
      2) pengembangan bakat minat. Elemen pendidik dan tenaga
      kependidikan meliputi, 1) penyediaan, 2) distribusi, 3) kualifikasi,
      4) sertifikasi, 5) pelatihan, 6) karir dan kesejahteraan, dan
      7) penghargaan dan perlindungan.
      Penguatan empat elemen yang ada dalam sistem pendidikan
      membutuhkan gerakan kebaruan untuk merespon era industri 4.0. Salah
      satu gerakan yang dicanangkan oleh pemerintah adalah gerakan literasi

      Hapus
  4. Menanggapi permasalahan kedua, sebagai siswa/mahasiswa harus mampu bersaing dengan siswa/mahasiswa dari luar negeri ataupun dengan mesin yang semakin canggih. Caranya dengan belajar dengan giat, meningkatkan dan mengembangkan softskill dan hardskill.

    BalasHapus
  5. Pertanyaan ke 3 upaya apa? Indonesia telah mulai berbenah menata pendisikan dan mulai meningkatkan SDM yang mmereka miliki. Disini indonesia gencar untuk meningkatkan mutu daya saing SDMnya untuk dapat bersaing

    BalasHapus
  6. Saya akan menjawab permasalahan Anda yang kedua, hal yang harus dipersiapkan antara lain ITU mental yang kuat agar mampu besaing, memiliki karakter sendiri, mempersiapkan dirri dalam pengetahuan serta keterampilan yang sesuai dengan ini

    BalasHapus

Revolusi Industri 4.0 Era revolusi industri 4.0 juga mengubah cara pandang tentang pendidikan. Perubahan yang dilakukan tidak hanya se...